Kamis, 21 Juli 2022

 

      Peluang usaha makaroni pedas? Camilan yang satu ini memiliki jumlah peminat yang cukup banyak. Cita rasanya yang pedas dan renyah membuat masyarakat ketagihan dengan cita rasa makaroni pedas. Makaroni pedas menjadi salah satu camilan yang banyak dicari oleh masyarakat untuk menemani waktu bersantai. Makaroni pedas banyak dijual dipasaran sehingga Anda bisa mendapatkan makaroni pedas dengan mudah. Makaroni pedas dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Saat ini camilan makaroni pedas memiliki tingakatan level pedas sehingga Anda bisa mencobanya. Semakin tinggi level yang Anda pilih maka Anda akan menikmati cita rasa makaroni dengan sensai pedas yang sangat luar biasanya. Bagi Anda yang menyukai pedas tentu akan semakin penasaran dengan tingkatan level makaroni pedas. Hanya saja bagi Anda yang tidak suka pedas sebaiknya jangan terlalu dipaksakan. Melihat potensi bisnis makaroni pedas yang menjanjikan dengan jumlah peminat semakin meningkat membuat peluang usaha makaroni pedas sangat menjanjikan untuk dijalani. Mengembangkan bisnis makaroni pedas menjadi salah satu daya tari masyarakat yang belum memiliki usaha. Bisnis makaroni pedas bisa dikembangkan oleh pembisnis pemula. Dalam menjalankan bisnis makaroni pedas Anda tidak perlu memproduksi makaroni sendiri. Anda bisa mencari supplier makaroni yang mampu menyediakan stok dalam kapasitas besar untuk bisnis yang Anda jalankan. Dengan hal ini Anda hanya perlu melakukan proses penggorengan, pencampuran bumbu, dan pengemasan. Berbeda sekali jika Anda harus memproduksi makaroni sendiri tentu waktu yang Anda perlukan juga akan semakin banyak dan membutuhkan tenaga ektra untuk melakukannya.

     Banyaknya pembisnis makaroni pedas tidak membuat persaingan bisnis makaroni semakin ketat. Bagi Anda yang ingin bisnis makaroni yang Anda jalankan bisa lebih unggul dari pembisnis makaroni lainnya sebaiknya Anda memperhatikan beberapa hal penting seperti berikut ini.

  1. Memperhatikan Proses Penggorengan

Proses penggorengan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Dalam melakukan proses penggorengan Anda harus bisa menggoreng makaroni hingga matang dan jangan sampai gosong ataupun masih kurang matang. Jika kurang matang akan membuat makaroni yang dihasilkan kurang reyah dan tahan lama. Namun jika makaroni yang digoreng terlalu gosong akan menimbulkan rasa pahit. Untuk itu Anda harus menggoreng makaroni dengan tepat.

  1. Pencampuran Bumbu

Setelah makaroni digoreng dan tiriskan proses selanjutnya adalah pencampuran bumbu. Dalam proses pencampuran bumbu usahakan untuk tercampur rata. Pencampuran bumbu bisa dilakukan dengan cara manual namun jika kapasitas makaroni yang diproduksi dalam jumlah besar sebaiknya dibantu dengan penggunaan mesin usaha.

  1. Memperhatikan Pengemasan

Perhatikan kemasan makaroni yang Anda produksi sebelum memulai memasarkannya. Usahakan kemasan rapi dan menarik Kemasan juga harus rapat supaya menjaga kualitas makaroni tetap renyah dalam jangka waktu yang lama.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan peluang bisnis makaroni pedas dapat Anda perhatikan di atas. Hal penting di atas perlu Anda perhatikan agar bisnis yang Anda jalankan mampu bersaing dengan para pembisnis makaroni lainnya. Bagi Anda yang ingin menjalankan bisnis makaoni pedas berikut ini juga disertakan hitungan analisa usahanya. Analisa usaha makaroni pedas dapat Anda lihat di bawah ini.

Analisa Usaha Makaroni Pedas

Asumsi

  • Lamanya penggunaan pada mesin pengaduk hexagonal selama waktu 6 tahun.
  • Lamanya penggunaan pada kompor serta tabung gas selama waktu 5 tahun.
  • Lamanya penggunaan pada wajan selama waktu 4 tahun.
  • Lamanya penggunaan pada penggoreng selama waktu 3 tahun.
  • Lamanya penggunaan pada wadah selama waktu 3 tahun.
  • Lamanya penggunaan pada lap selama waktu 1 tahun.
  • Lamanya penggunaan pada mesin spinner selama waktu 3 tahun.
  • Lamanya penggunaan pada mesin hand sealer selama waktu 4 tahun.
  • Lamanya penggunaan pada meja dan kursi selama waktu 3 tahun.
  • Lamanya penggunaan pada peralatan tambahan selama waktu 3 tahun.

Investasi

Peralatan
Harga 
 Mesin pengaduk hexagonal  Rp. 5,000,000
 Kompor dan gas  Rp. 400,000
 Wajan  Rp. 100,000
 Penggoreng  Rp. 70,000
 Wadah  Rp. 50,000
 Lap  Rp. 50,000
 Mesin spinner  Rp. 2,000,000
 Mesin hand sealer  Rp. 1,500,000
 Meja dan Kursi  Rp. 500,000
 Peralatan tambahan  Rp. 100,000
 Jumlah Investasi  Rp. 9,770,000

 

Biaya Operasional per Bulan






 Biaya Tetap

 Penyusutan mesin pengaduk hexagonal 1/30 x Rp. 5.000.000  Rp. 166,667
 Penyusutan kompor dan gas 1/30 x Rp. 400.000  Rp. 13,333
 Penyusutan wajan 1/30 x Rp. 100.000  Rp. 3,333
 Penyusutan penggoreng 1/30 x Rp. 70.000  Rp. 2,333
 Penyusutan wadah 1/30 x Rp. 50.000  Rp. 1,667
 Penyusutan lap 1/30 x Rp. 50.000  Rp. 1,667
 Penyusutan mesin spinner 1/30 x Rp. 2.000.000  Rp. 66,667
 Penyusutan hand sealer 1/30 x Rp. 1.500.000  Rp. 50,000
 Penyusutan meja dan kursi 1/30 x Rp. 500.000  Rp. 16,667
 Penyusutan alat tambahan 1/30 x Rp. 100.000  Rp. 3,333
 Total Biaya Tetap  Rp. 325,667

 

Biaya Variabel








 Makaroni  Rp. 200,000  x  30  =  Rp. 6,000,000
 Minyak goreng  Rp. 70,000  x  30  =  Rp. 2,100,000
 Bubuk cabe  Rp. 50,000  x  30  =  Rp. 1,500,000
 Penyedap rasa  Rp. 50,000  x  30  =  Rp. 1,500,000
 Gas LPG  Rp. 50,000  x  30  =  Rp. 1,500,000
 Listrik  Rp. 15,000  x  30  =  Rp. 450,000
 Biaya Variabel




 Rp. 13,050,000

 

Total Biaya Operasional



 Biaya tetap + biaya variabel =  Rp. 13,375,667

 

Pendapatan per Bulan





 Penjualan rata – rata =
600  Bungkus  x Rp. 1,000  =  Rp. 600,000
Rp. 600,000  x 30  hr  =  Rp. 18,000,000

 

Keuntungan per Bulan






 Laba    = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional

 Rp.    18,000,000  – 13,375,667  =  Rp. 4,624,333








 

Lama Balik Modal






 Total Investasi / Keuntungan =  Rp. 9,770,000  : 4,624,333  = 2  bln

 

mesin pengaduk bumbu kering 1 agrowindo 

       Jadi, dari hitungan analisa usaha yang disediakan di atas Anda bisa merinci keuntungan yang Anda peroleh setiap satu bulannya. Rincian tersebut bisa Anda sesuaikan dengan biaya yang Anda keluarkan sehingga proses perhitungan omzet yang diperoleh semakin mudah.

      Bisnis makaroni pedas memang sangat menjanjikan dan bagi Anda yang ingin proses pencampuran bumbu dilakukan dengan cara otomatis kini Anda bisa mengaplikasikan mesin pengaduk bumbu hexagonal? Apa itu mesin pengaduk bumbu hexagonal itu? Mesin pengaduk bumbu hexagonal akan membantu melancarkan proses pengadukan bumbu. Bumbu yang dicampur dengan mesin pengaduk bumbu hexagonal jauh lebih merata. Mesin bekerja secara otomatis sehingga Anda tidak perlu mencampur bumbu secara manual dengan waktu yang lama.

     Demikian tadi informasi mengenai peluang usaha makaroni pedas yang bisa dilancarkan dengan pengaplikasian mesin pengaduk bumbu hexagonal. Semoga saja dengan adanya mesin pengaduk bumbu hexagonal dapat membuat bisnis makaroni pedas yang Anda jalankan semakin sukses dan bisa menghasilkan keuntungan yang menjanjikan setiap satu bulannya.

sumber: http://www.agrowindo.com/peluang-usaha-makaroni-pedas-dan-analisa-usahanya.htm

 

Selasa, 19 Juli 2022

NAMA   : RANI OKTAVIANI SINAGA
 
KELAS  :XII BDP1
 

Apa Itu Blog dan Sejarah Blogger di Indonesia

Ilustrasi blog. FOTO/Istock

     Pengertian blog dan sejarah blogger di Indonesia dari awal kemunculan sampai saat ini.
tirto.id - Blog menjadi situs alternatif untuk mencari informasi selain melalui situs resmi media massa atau instansi.

     Saat ini setiap pengguna internet bisa memiliki situsnya sendiri. Hal tersebut ditunjang oleh banyaknya website yang menyediakan blog gratis.Blog menjadi sarana bagi pengguna internet untuk menyajikan beragam konten pada laman miliknya sesuai dengan minat masing-masing.

     Blog atau web log merupakan situs web yang memiliki menu tulisan, komentar termasuk grafik dan video dan biasanya dimiliki secara perorangan. Postingan dalam blog umumnya disusun berdasarkan urutan waktu. Kegiatan mengisi konten pada blog disebut blogging dan pelakunya dipanggil blogger.Blog kebanyakan berisi mengenai opini atau kabar tentang suatu hal. Dikutip buku TIK Kelas XI (2008), fungsi blog lainnya seperti buku harian online.

      Dalam blog sudah biasa terjadi interaksi diskusi antara pemilik blog dan pembacanya lewat kolom komentar yang ada di setiap postingan tulisan.Sebuah blog dapat diisi dengan kombinasi tulisan, gambar, multimedia, hingga link menuju blog atau sumber lain terkait postingan yang sedang dibahas. Isi blog sering berbeda dengan konten pada situs media resmi. Sebab, umumnya tulisan pada blog memuat pandangan dari penulisnya.

     Oleh sebab itu, blog sering dijadikan sumber informasi alternatif. Google pun sampai membuat fitur pencarian khusus untuk blog dengan tautan membuat fasilitas pencarian khusus untuk blog pada tautan http://www.google.co.id/blogsearch?hl=id.

Sejarah blogger di Indonesia


    Jumlah blogger di Indonesia setidaknya mencapai lebih dari 300 ribu. Menurut Enda Nasution yang kerap disebut Bapak Blogger Indonesia, tahapan perkembangan blogger di Tanah Air dapat dibagi menjadi tiga generasi.

Berikut situasi yang berkembang dari ketiga generasi tersebut:

1. Generasi pertama (1998-2001)


   Generasi awal blogger bermula dari para pegiat blog yang kerap berkumpul di mesin msn.or.id (situs telah ditutup saat ini). Saat itu dibuat pula direktori khusus pada laman http://www.coolnetters.com/indoblog.html. Konten masih berupa jurnal harian dengan memanfaatkan tool livejournal.com dan blogger.com.

2. Generasi kedua (2001/2002-sekarang)


      Pada generasi kedua, blog berkembang pesat. Banyaknya orang yang menjadi blogger sampai memunculkan berbagai komunitas blogger yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap komunitas memiliki namanya sendiri misalnya Bengawan (Solo), Angkringan (Yogyakarta), Tukang Lenong (Jakarta), dan sebagainya.Jumlah blogger makin banyak dan tidak jarang kerap melakukan kopi darat (kopdar). Saat itu tool yang dipakai adalah blogger.com, MMT, dan pMachine.

3. Generasi ketiga (2004 - sekarang)


      Generasi ketiga lebih "techie". Para blogger berkumpul di id-gmail yang menjadi salah satu tuntutan saat memiliki blog.Tema yang diangkat jauh lebih beragam yang fokus pada pembahasan topik tertentu dan tidak terjebak lagi pada jurnal pribadi.Kadang pemilik blog jurnal harian yang masih aktif, turut memiliki blog kedua, ketiga, dan seterusnya yang membahas tema-tema khusus. Tool yang sering dipakai antara lain Wordpress dan MT.










Sejarah blogger di Indonesia Jumlah blogger di Indonesia setidaknya mencapai lebih dari 300 ribu. Menurut Enda Nasution yang kerap disebut Bapak Blogger Indonesia, tahapan perkembangan blogger di Tanah Air dapat dibagi menjadi tiga generasi. Berikut situasi yang berkembang dari ketiga generasi tersebut: 1. Generasi pertama (1998-2001) Generasi awal blogger bermula dari para pegiat blog yang kerap berkumpul di mesin msn.or.id (situs telah ditutup saat ini). Saat itu dibuat pula direktori khusus pada laman http://www.coolnetters.com/indoblog.html. Konten masih berupa jurnal harian dengan memanfaatkan tool livejournal.com dan blogger.com. 2. Generasi kedua (2001/2002-sekarang) pada generasi kedua, blog berkembang pesat. Banyaknya orang yang menjadi blogger sampai memunculkan berbagai komunitas blogger yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap komunitas memiliki namanya sendiri misalnya Bengawan (Solo), Angkringan (Yogyakarta), Tukang Lenong (Jakarta), dan sebagainya. Jumlah blogger makin banyak dan tidak jarang kerap melakukan kopi darat (kopdar). Saat itu tool yang dipakai adalah blogger.com, MMT, dan pMachine. 3. Generasi ketiga (2004 - sekarang) Generasi ketiga lebih "techie". Para blogger berkumpul di id-gmail yang menjadi salah satu tuntutan saat memiliki blog. Tema yang diangkat jauh lebih beragam yang fokus pada pembahasan topik tertentu dan tidak terjebak lagi pada jurnal pribadi. Kadang pemilik blog jurnal harian yang masih aktif, turut memiliki blog kedua, ketiga, dan seterusnya yang membahas tema-tema khusus. Tool yang sering dipakai antara lain Wordpress dan MT.

Baca selengkapnya di artikel "Apa Itu Blog dan Sejarah Blogger di Indonesia", https://tirto.id/glY2ZS3

Sejarah blogger di Indonesia Jumlah blogger di Indonesia setidaknya mencapai lebih dari 300 ribu. Menurut Enda Nasution yang kerap disebut Bapak Blogger Indonesia, tahapan perkembangan blogger di Tanah Air dapat dibagi menjadi tiga generasi. Berikut situasi yang berkembang dari ketiga generasi tersebut: 1. Generasi pertama (1998-2001) Generasi awal blogger bermula dari para pegiat blog yang kerap berkumpul di mesin msn.or.id (situs telah ditutup saat ini). Saat itu dibuat pula direktori khusus pada laman http://www.coolnetters.com/indoblog.html. Konten masih berupa jurnal harian dengan memanfaatkan tool livejournal.com dan blogger.com. 2. Generasi kedua (2001/2002-sekarang) pada generasi kedua, blog berkembang pesat. Banyaknya orang yang menjadi blogger sampai memunculkan berbagai komunitas blogger yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap komunitas memiliki namanya sendiri misalnya Bengawan (Solo), Angkringan (Yogyakarta), Tukang Lenong (Jakarta), dan sebagainya. Jumlah blogger makin banyak dan tidak jarang kerap melakukan kopi darat (kopdar). Saat itu tool yang dipakai adalah blogger.com, MMT, dan pMachine. 3. Generasi ketiga (2004 - sekarang) Generasi ketiga lebih "techie". Para blogger berkumpul di id-gmail yang menjadi salah satu tuntutan saat memiliki blog. Tema yang diangkat jauh lebih beragam yang fokus pada pembahasan topik tertentu dan tidak terjebak lagi pada jurnal pribadi. Kadang pemilik blog jurnal harian yang masih aktif, turut memiliki blog kedua, ketiga, dan seterusnya yang membahas tema-tema khusus. Tool yang sering dipakai antara lain Wordpress dan MT.

Baca selengkapnya di artikel "Apa Itu Blog dan Sejarah Blogger di Indonesia", https://tirto.id/glY2
Sejarah blogger di Indonesia Jumlah blogger di Indonesia setidaknya mencapai lebih dari 300 ribu. Menurut Enda Nasution yang kerap disebut Bapak Blogger Indonesia, tahapan perkembangan blogger di Tanah Air dapat dibagi menjadi tiga generasi. Berikut situasi yang berkembang dari ketiga generasi tersebut: 1. Generasi pertama (1998-2001) Generasi awal blogger bermula dari para pegiat blog yang kerap berkumpul di mesin msn.or.id (situs telah ditutup saat ini). Saat itu dibuat pula direktori khusus pada laman http://www.coolnetters.com/indoblog.html. Konten masih berupa jurnal harian dengan memanfaatkan tool livejournal.com dan blogger.com. 2. Generasi kedua (2001/2002-sekarang) pada generasi kedua, blog berkembang pesat. Banyaknya orang yang menjadi blogger sampai memunculkan berbagai komunitas blogger yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap komunitas memiliki namanya sendiri misalnya Bengawan (Solo), Angkringan (Yogyakarta), Tukang Lenong (Jakarta), dan sebagainya. Jumlah blogger makin banyak dan tidak jarang kerap melakukan kopi darat (kopdar). Saat itu tool yang dipakai adalah blogger.com, MMT, dan pMachine. 3. Generasi ketiga (2004 - sekarang) Generasi ketiga lebih "techie". Para blogger berkumpul di id-gmail yang menjadi salah satu tuntutan saat memiliki blog. Tema yang diangkat jauh lebih beragam yang fokus pada pembahasan topik tertentu dan tidak terjebak lagi pada jurnal pribadi. Kadang pemilik blog jurnal harian yang masih aktif, turut memiliki blog kedua, ketiga, dan seterusnya yang membahas tema-tema khusus. Tool yang sering dipakai antara lain Wordpress dan MT.

Baca selengkapnya di artikel "Apa Itu Blog dan Sejarah Blogger di Indonesia", https://tirto.id/glY2
Sejarah blogger di Indonesia Jumlah blogger di Indonesia setidaknya mencapai lebih dari 300 ribu. Menurut Enda Nasution yang kerap disebut Bapak Blogger Indonesia, tahapan perkembangan blogger di Tanah Air dapat dibagi menjadi tiga generasi. Berikut situasi yang berkembang dari ketiga generasi tersebut: 1. Generasi pertama (1998-2001) Generasi awal blogger bermula dari para pegiat blog yang kerap berkumpul di mesin msn.or.id (situs telah ditutup saat ini). Saat itu dibuat pula direktori khusus pada laman http://www.coolnetters.com/indoblog.html. Konten masih berupa jurnal harian dengan memanfaatkan tool livejournal.com dan blogger.com. 2. Generasi kedua (2001/2002-sekarang) pada generasi kedua, blog berkembang pesat. Banyaknya orang yang menjadi blogger sampai memunculkan berbagai komunitas blogger yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap komunitas memiliki namanya sendiri misalnya Bengawan (Solo), Angkringan (Yogyakarta), Tukang Lenong (Jakarta), dan sebagainya. Jumlah blogger makin banyak dan tidak jarang kerap melakukan kopi darat (kopdar). Saat itu tool yang dipakai adalah blogger.com, MMT, dan pMachine. 3. Generasi ketiga (2004 - sekarang) Generasi ketiga lebih "techie". Para blogger berkumpul di id-gmail yang menjadi salah satu tuntutan saat memiliki blog. Tema yang diangkat jauh lebih beragam yang fokus pada pembahasan topik tertentu dan tidak terjebak lagi pada jurnal pribadi. Kadang pemilik blog jurnal harian yang masih aktif, turut memiliki blog kedua, ketiga, dan seterusnya yang membahas tema-tema khusus. Tool yang sering dipakai antara lain Wordpress dan MT.

Baca selengkapnya di artikel "Apa Itu Blog dan Sejarah Blogger di Indonesia", https://tirto.id/glY2
Sejarah blogger di Indonesia Jumlah blogger di Indonesia setidaknya mencapai lebih dari 300 ribu. Menurut Enda Nasution yang kerap disebut Bapak Blogger Indonesia, tahapan perkembangan blogger di Tanah Air dapat dibagi menjadi tiga generasi. Berikut situasi yang berkembang dari ketiga generasi tersebut: 1. Generasi pertama (1998-2001) Generasi awal blogger bermula dari para pegiat blog yang kerap berkumpul di mesin msn.or.id (situs telah ditutup saat ini). Saat itu dibuat pula direktori khusus pada laman http://www.coolnetters.com/indoblog.html. Konten masih berupa jurnal harian dengan memanfaatkan tool livejournal.com dan blogger.com. 2. Generasi kedua (2001/2002-sekarang) pada generasi kedua, blog berkembang pesat. Banyaknya orang yang menjadi blogger sampai memunculkan berbagai komunitas blogger yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap komunitas memiliki namanya sendiri misalnya Bengawan (Solo), Angkringan (Yogyakarta), Tukang Lenong (Jakarta), dan sebagainya. Jumlah blogger makin banyak dan tidak jarang kerap melakukan kopi darat (kopdar). Saat itu tool yang dipakai adalah blogger.com, MMT, dan pMachine. 3. Generasi ketiga (2004 - sekarang) Generasi ketiga lebih "techie". Para blogger berkumpul di id-gmail yang menjadi salah satu tuntutan saat memiliki blog. Tema yang diangkat jauh lebih beragam yang fokus pada pembahasan topik tertentu dan tidak terjebak lagi pada jurnal pribadi. Kadang pemilik blog jurnal harian yang masih aktif, turut memiliki blog kedua, ketiga, dan seterusnya yang membahas tema-tema khusus. Tool yang sering dipakai antara lain Wordpress dan MT.

Baca selengkapnya di artikel "Apa Itu Blog dan Sejarah Blogger di Indonesia", https://tirto.id/glY2
Sejarah blogger di Indonesia Jumlah blogger di Indonesia setidaknya mencapai lebih dari 300 ribu. Menurut Enda Nasution yang kerap disebut Bapak Blogger Indonesia, tahapan perkembangan blogger di Tanah Air dapat dibagi menjadi tiga generasi. Berikut situasi yang berkembang dari ketiga generasi tersebut: 1. Generasi pertama (1998-2001) Generasi awal blogger bermula dari para pegiat blog yang kerap berkumpul di mesin msn.or.id (situs telah ditutup saat ini). Saat itu dibuat pula direktori khusus pada laman http://www.coolnetters.com/indoblog.html. Konten masih berupa jurnal harian dengan memanfaatkan tool livejournal.com dan blogger.com. 2. Generasi kedua (2001/2002-sekarang) pada generasi kedua, blog berkembang pesat. Banyaknya orang yang menjadi blogger sampai memunculkan berbagai komunitas blogger yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap komunitas memiliki namanya sendiri misalnya Bengawan (Solo), Angkringan (Yogyakarta), Tukang Lenong (Jakarta), dan sebagainya. Jumlah blogger makin banyak dan tidak jarang kerap melakukan kopi darat (kopdar). Saat itu tool yang dipakai adalah blogger.com, MMT, dan pMachine. 3. Generasi ketiga (2004 - sekarang) Generasi ketiga lebih "techie". Para blogger berkumpul di id-gmail yang menjadi salah satu tuntutan saat memiliki blog. Tema yang diangkat jauh lebih beragam yang fokus pada pembahasan topik tertentu dan tidak terjebak lagi pada jurnal pribadi. Kadang pemilik blog jurnal harian yang masih aktif, turut memiliki blog kedua, ketiga, dan seterusnya yang membahas tema-tema khusus. Tool yang sering dipakai antara lain Wordpress dan MT.

Baca selengkapnya di artikel "Apa Itu Blog dan Sejarah Blogger di Indonesia", https://tirto.id/glY2
Sejarah blogger di Indonesia Jumlah blogger di Indonesia setidaknya mencapai lebih dari 300 ribu. Menurut Enda Nasution yang kerap disebut Bapak Blogger Indonesia, tahapan perkembangan blogger di Tanah Air dapat dibagi menjadi tiga generasi. Berikut situasi yang berkembang dari ketiga generasi tersebut: 1. Generasi pertama (1998-2001) Generasi awal blogger bermula dari para pegiat blog yang kerap berkumpul di mesin msn.or.id (situs telah ditutup saat ini). Saat itu dibuat pula direktori khusus pada laman http://www.coolnetters.com/indoblog.html. Konten masih berupa jurnal harian dengan memanfaatkan tool livejournal.com dan blogger.com. 2. Generasi kedua (2001/2002-sekarang) pada generasi kedua, blog berkembang pesat. Banyaknya orang yang menjadi blogger sampai memunculkan berbagai komunitas blogger yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap komunitas memiliki namanya sendiri misalnya Bengawan (Solo), Angkringan (Yogyakarta), Tukang Lenong (Jakarta), dan sebagainya. Jumlah blogger makin banyak dan tidak jarang kerap melakukan kopi darat (kopdar). Saat itu tool yang dipakai adalah blogger.com, MMT, dan pMachine. 3. Generasi ketiga (2004 - sekarang) Generasi ketiga lebih "techie". Para blogger berkumpul di id-gmail yang menjadi salah satu tuntutan saat memiliki blog. Tema yang diangkat jauh lebih beragam yang fokus pada pembahasan topik tertentu dan tidak terjebak lagi pada jurnal pribadi. Kadang pemilik blog jurnal harian yang masih aktif, turut memiliki blog kedua, ketiga, dan seterusnya yang membahas tema-tema khusus. Tool yang sering dipakai antara lain Wordpress dan MT.

Baca selengkapnya di artikel "Apa Itu Blog dan Sejarah Blogger di Indonesia", https://tirto.id/glY2
Sejarah blogger di Indonesia Jumlah blogger di Indonesia setidaknya mencapai lebih dari 300 ribu. Menurut Enda Nasution yang kerap disebut Bapak Blogger Indonesia, tahapan perkembangan blogger di Tanah Air dapat dibagi menjadi tiga generasi. Berikut situasi yang berkembang dari ketiga generasi tersebut: 1. Generasi pertama (1998-2001) Generasi awal blogger bermula dari para pegiat blog yang kerap berkumpul di mesin msn.or.id (situs telah ditutup saat ini). Saat itu dibuat pula direktori khusus pada laman http://www.coolnetters.com/indoblog.html. Konten masih berupa jurnal harian dengan memanfaatkan tool livejournal.com dan blogger.com. 2. Generasi kedua (2001/2002-sekarang) pada generasi kedua, blog berkembang pesat. Banyaknya orang yang menjadi blogger sampai memunculkan berbagai komunitas blogger yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap komunitas memiliki namanya sendiri misalnya Bengawan (Solo), Angkringan (Yogyakarta), Tukang Lenong (Jakarta), dan sebagainya. Jumlah blogger makin banyak dan tidak jarang kerap melakukan kopi darat (kopdar). Saat itu tool yang dipakai adalah blogger.com, MMT, dan pMachine. 3. Generasi ketiga (2004 - sekarang) Generasi ketiga lebih "techie". Para blogger berkumpul di id-gmail yang menjadi salah satu tuntutan saat memiliki blog. Tema yang diangkat jauh lebih beragam yang fokus pada pembahasan topik tertentu dan tidak terjebak lagi pada jurnal pribadi. Kadang pemilik blog jurnal harian yang masih aktif, turut memiliki blog kedua, ketiga, dan seterusnya yang membahas tema-tema khusus. Tool yang sering dipakai antara lain Wordpress dan MT.

Baca selengkapnya di artikel "Apa Itu Blog dan Sejarah Blogger di Indonesia", https://tirto.id/glY2
Sejarah blogger di Indonesia Jumlah blogger di Indonesia setidaknya mencapai lebih dari 300 ribu. Menurut Enda Nasution yang kerap disebut Bapak Blogger Indonesia, tahapan perkembangan blogger di Tanah Air dapat dibagi menjadi tiga generasi. Berikut situasi yang berkembang dari ketiga generasi tersebut: 1. Generasi pertama (1998-2001) Generasi awal blogger bermula dari para pegiat blog yang kerap berkumpul di mesin msn.or.id (situs telah ditutup saat ini). Saat itu dibuat pula direktori khusus pada laman http://www.coolnetters.com/indoblog.html. Konten masih berupa jurnal harian dengan memanfaatkan tool livejournal.com dan blogger.com. 2. Generasi kedua (2001/2002-sekarang) pada generasi kedua, blog berkembang pesat. Banyaknya orang yang menjadi blogger sampai memunculkan berbagai komunitas blogger yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap komunitas memiliki namanya sendiri misalnya Bengawan (Solo), Angkringan (Yogyakarta), Tukang Lenong (Jakarta), dan sebagainya. Jumlah blogger makin banyak dan tidak jarang kerap melakukan kopi darat (kopdar). Saat itu tool yang dipakai adalah blogger.com, MMT, dan pMachine. 3. Generasi ketiga (2004 - sekarang) Generasi ketiga lebih "techie". Para blogger berkumpul di id-gmail yang menjadi salah satu tuntutan saat memiliki blog. Tema yang diangkat jauh lebih beragam yang fokus pada pembahasan topik tertentu dan tidak terjebak lagi pada jurnal pribadi. Kadang pemilik blog jurnal harian yang masih aktif, turut memiliki blog kedua, ketiga, dan seterusnya yang membahas tema-tema khusus. Tool yang sering dipakai antara lain Wordpress dan MT.

Baca selengkapnya di artikel "Apa Itu Blog dan Sejarah Blogger di Indonesia", https://tirto.id/glY2
Sejarah blogger di Indonesia Jumlah blogger di Indonesia setidaknya mencapai lebih dari 300 ribu. Menurut Enda Nasution yang kerap disebut Bapak Blogger Indonesia, tahapan perkembangan blogger di Tanah Air dapat dibagi menjadi tiga generasi. Berikut situasi yang berkembang dari ketiga generasi tersebut: 1. Generasi pertama (1998-2001) Generasi awal blogger bermula dari para pegiat blog yang kerap berkumpul di mesin msn.or.id (situs telah ditutup saat ini). Saat itu dibuat pula direktori khusus pada laman http://www.coolnetters.com/indoblog.html. Konten masih berupa jurnal harian dengan memanfaatkan tool livejournal.com dan blogger.com. 2. Generasi kedua (2001/2002-sekarang) pada generasi kedua, blog berkembang pesat. Banyaknya orang yang menjadi blogger sampai memunculkan berbagai komunitas blogger yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap komunitas memiliki namanya sendiri misalnya Bengawan (Solo), Angkringan (Yogyakarta), Tukang Lenong (Jakarta), dan sebagainya. Jumlah blogger makin banyak dan tidak jarang kerap melakukan kopi darat (kopdar). Saat itu tool yang dipakai adalah blogger.com, MMT, dan pMachine. 3. Generasi ketiga (2004 - sekarang) Generasi ketiga lebih "techie". Para blogger berkumpul di id-gmail yang menjadi salah satu tuntutan saat memiliki blog. Tema yang diangkat jauh lebih beragam yang fokus pada pembahasan topik tertentu dan tidak terjebak lagi pada jurnal pribadi. Kadang pemilik blog jurnal harian yang masih aktif, turut memiliki blog kedua, ketiga, dan seterusnya yang membahas tema-tema khusus. Tool yang sering dipakai antara lain Wordpress dan MT.

Baca selengkapnya di artikel "Apa Itu Blog dan Sejarah Blogger di Indonesia", https://tirto.id/glY2